|
Sejawat yang terhormat,
Ilmu Kedokteran maju dengan
begitu pesat, sebagai akibat dari perkembangan ilmu kedokteran dasar
yang mendukungnya. Di lain pihak, teknologi komunikasi berkembang
tak kalah pesatnya, sehingga informasi tentang ilmu kedokteran
terbaru tidak hanya dapat diakses oleh para dokter sebagai penyedia
jasa kedokteran tetapi juga oleh pasien dan keluarganya. Pasien yang
sadar akan haknya akan menuntut pelayanan yang terbaik, profesional,
efektif dan efesien dari ilmu dan teknologi yang telah tersedia di
dunia kedokteran. Karena itu para dokter senantiasa harus mengikuti
perkembangan ilmu kedokteran tersebut agar tidak tertinggal, dengan
cara selalu berusaha untuk meningkatkan pelayanannya baik di bidang
promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif dengan
penemuan-penemuan baru yang valid, penting dan dapat diterapkan
secara proporsional sesuai dengan situasi, kondisi yang dihadapi
bersama oleh pasien dan dokter dari penemuan-penemuan baru di bidang
kedokteran yang mengalir sedemikian derasnya.
Dengan keluarnya Undang-undang Praktek Kedokteran No. 99 tahun 2004
maka Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) merupakan
salah satu sarana yang diikuti oleh profesi kedokteran untuk
mempertahankan profesionalismenya. Oleh karena itu Bagian Ilmu
Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo yang menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari Fakultas Kedokteran Unair dalam fungsinya sebagai
Pusat Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis dituntut untuk
senantiasa membina dan meningkatkan kemampuan akademik dan
profesionalisme para mahasiswa maupun alumnusnya.
Sebagai konsekuensi akan tugas dan tanggung jawabnya, maka kali ini
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas
Airlangga / RSU Dr. Soetomo Surabaya bekerja sama dengan IDAI Jatim
akan menyelenggarakan Continuing Education yang ke 37
disertai dengan Continuing Professional Development dengan
tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi Dokter
Spesialis Anak. Topik yang diambil lebih bersifat umum dengan
penekanan pada masalah-masalah yang sering dihadapi para dokter yang
bekerja di daerah.
|
|